Minggu, 29 Desember 2013

Penulisan Karya Ilmiah
PENGANTAR PENULISAN KARYA ILMIAH


             Koperasi adalah sebagai suatu perkumpulan yang beranggotakan  orang-orang atau badan hukum, yang memberikan kebebasan pada anggota untuk masuk dan keluar, dengan bekerja sama secara kekeluargaaan menjalankan usaha untuk mempertinggi kesejahtraan jamaniah para anggota.
Koperasi melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Kinerja koprasi khusus mengenai perhimpunan, koperasi harus bekerja berdasarkan ketentuan undang-undang umum mengenai organisasi usaha (perseorangan, persekutuan, dsb.) serta hukum dagang dan hukum pajak. Organisasi koperasi yang khas dari suatu organisasi harus diketahui dengan menetapkan anggaran dasar yang khusus.
            Secara umum, Variabel kinerja koperasi yang di ukur untuk melihat perkembangan atau pertumbuhan (growth) koperasi di Indonesia terdiri dari kelembagaan (jumlah koperasi per provinsi, jumlah koperasi per jenis/kelompok koperasi, jumlah koperasi aktif dan nonaktif). Keanggotaan, volume usaha, permodalan, asset, dan sisa hasil usaha. Variabel-variabel tersebut pada dasarnya belumlah dapat mencerminkan secara tepat untuk dipakai melihat peranan pangsa (share) koperasi terhadap pembangunan ekonomi nasional.Demikian pula dampak dari koperasi (cooperative effect) terhadap peningkatan kesejahteraan anggota atau masyarakat belum tercermin dari variabel-variabel yang di sajikan. Dengan demikian variabel kinerja koperasi cenderung hanya dijadikan sebagai salah satu alat untuk melihat perkembangan koperasi sebagai badan usaha.
BAB1
1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Berisi tentang latar belakang suatu masalah yang akan diangkat oleh penulis.

1.2 Batasan Masalah
Batasan-batasan masalah yang akan diangkat oleh penulis agar penulisan ini tidak terlalu jauh dari apa yg akan di bahas.

1.3 Rumusan Masalah
Berisi tentang masalah2 yang akan dibahas nantinya dan akan di pecahkan dengan menulis tulisan ilmiah ini.

1.4 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian berisi tentang tujuan dari pokok permasalahan yang di ambil oleh penulis.

1.5 Metode Penelitian
Berisi tentang tahap-tahap  apa saja yang dilakukan oleh penulis selama pengerjaan penulisan ilmiah.

1.6 Sistematika Penulisan

Untuk mempermudah pembaca dalam menelusuri pembahasan yang
disajikan, tulisan ini disusun dengan sistematika sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN
Bab ini mengemukakan latar belakang, rumusan masalah, batasan
masalah, tujuan penulisan, metode penelitian dan sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI
Bab ini teori-teori yang akan digunakan dalam pembahasan masalah.

BAB III ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Dalam bab ini akan menerangkan tentang tahapan apa saja yang ada pada penulisan ilmiah.

BAB IV PENUTUP
Bab ini berisi kesimpulan dan saran.

Dalam penulisan hasil penelitian ilmiah biasanya dimasukkan kutipan-kutipan. Ada beberapa macam kutipan sebagai berikut:


a. Kutipan langsung (Direct Quatation) yang terdiri dari kutipan langsung pendek dan kutipan langsung panjang. Kutipan langsung pendek adalah kutipan yang harus persis sama dengan sumber aslinya dan ini biasanya untuk mengutip rumus, peraturan, puisi, difinisi, pernyataan ilmiah dan lain-lain. Kutipan langsung pendek ini adalah kutipan yang panjangnya tidak melebihi tiga baris ketikan. Kutipan ini cukup dimasukkan kedalam teks dengan memberi tanda petik diantara kutipan tersebut. Sedangkan kutipan panjang langsung adalah kutipan yang panjangnya melebihi tiga baris ketikan dan kutipan harus diberi tempat tersendiri dalam alinea baru.


b.  Kutipan tidak langsung (Indirect Quatation)  merupakan kutipan yang tidak persis sama dengan sumber aslinya. Kutipan ini merupakan ringkasan atau pokok-pokok yang disusun menurut jalan pikiran pengutip. Baik kutipan tidak langsung pendek maupun panjang harus dimasukkan kedalam kalimat atau alinea. Dalam kutipan tidak langsung pengutip tidak boleh memasukkan pendapatnya sendiri. 


Catatan kaki atau footnone adalah catatan tentang sumber karangan dan setiap mengutip suatu karangan harus dicantumkan sumbernya. Kewajiban mencantumkan sumber ini untuk menyatakan penghargaan kepada pengarang lain yang menyatakan bahwa penulis meminjam pendapat atau buah pikiran orang lain. Unsur-unsur dalam catatan kaki meliputi: nama pengarang, judul karangan, data penerbitan dan nomor halaman. 

Ada dua cara dalam menempatkan sumber kutipan sebagai berikut:

a. Cara ringkas yaitu menempatkan sumber kutipan dibelakangbahan yang dikutip yang ditulis dalam tanda kurung dengan menyebutkan “Nama pengarang, Tahun penerbitan dan Halaman yang dikutip”.

b. Cara langsung yaitu menempatkan sumber kutipan langsung dibawah pernyataan yang dikutip yang dipisahkan dengan garis lurus sepanjang garis teks. Jarak antara garis pemisah dengan teks satu spasi, jarak antara garis pemisah dengan sumber kutipan dua spasi, dan jarak baris dari kutipan harus satu spasi.


Contoh Kutipan Langsung :


Siswoyo(1980:30) menegaskan, "segala keputusan ilmiah hanya merupakan kemungkinan besar (probability) dan tidak mengakui adanya kebenaran mutlak (absolute truth)".

·         “Pustaka Java berisi ribuan (lebih dari 5000) kelas beraneka ragam keampuhan. Kekayaan ini merupakan kandungan tersembunyi bahwa penggunaannya dapat menghemat ratusan jam kerja. Keampuhan ini hanya dapat dimanfaatkan bila kita rajin mencoba. Sebelum membuat solusi sendiri, coba eksplorasi pustaka bahasa, mungkin telah diselesaikan” (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 37-38).

·         “Java memisahkan komponen untuk menampilkan keluaran dengan komponen untuk melakukan format keluaran. Keuntungan pemisahan antara lain format keluaran benar-benar sangat kaya melebihi yang dapat diperoleh di C++” (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 78).
·         Argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang di inginkan oleh penulis atau pembicara (keraf,1983:3).

·         Dengan rumus ini kita dapat menaksir tingkat keterbacaan dan keterpahaman sebuah tulisan (perpera,1928: 168).

Contoh Kutipan Tidak Langsung :

 Polymorphism, yang berarti mempunyai banyak bentuk, merupakan konsep pokok di dalam perancangan berorientasi objek. Dua objek atau lebih dikatakan polymorphic jika mempunyai antarmuka-antarmuka yang identik namun mempunyai perilaku-perilaku berbeda. (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 357).

·         ‘Bahasa Java tidak lagi hanya untuk pemanis di web sebagai applet yang membikin Duke berdansa. Java adalah kakas, tetap hanya perangkat, bagaimanapun tetap hanya orang hebat yang dapat memberi arti penting kakas seperti dikatakan James Gosling, tokoh terpenting di Java : “All along, the language was a tool, not the end”’. (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 7-8).

·         Seperti dikatakan oleh Gorys Keraf (1983:8) bahwa argumentasi pada dasarnya tulisan yang bertujuan mempengaruhi keyakinan pembaca agar y akin akan mendapat penulis bahkan mau melakukan apa yang dikatakan penulis.

·         Alqur’an memerintahkan umat islam agar menggunakan akalnya dalam mengamati hakikat alam semesta. Perintah semacam itu di antaranya termaktub dalam surrah arrum [30] ayat 22.
.
·         Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan tidak ada intervensi dalam pengusutan kasus Bank Century yang diduga terindikasi pelanggaran tindak pidana korupsi (Republika, Ahad 7 Maret 2010 halaman 1 ).

Daftar Pustaka

        Arti Daftar Pustaka adalah sebuah daftar yang mencantumkan spesifikasi sebuah buku yang meliputi judul buku, nama pengarang buku, penerbit buku tersebut dan informasi lain yang terkait. Daftar pustaka biasanya ditempatkan pada halaman akhir sebuah buku, disusun secara teratur dan berurutan berdasarkan abjad.

        Adapun langkah penulisan daftar pustaka sebagai berikut.

Ditulis berdasarkan urutan penunjukan referensi pada bagian pokok tulisan ilmiah.
  • Ditulis menurut kutipan-kutipan.
  • Menggunakan nomor urut, jika tidak dituliskan secara alfabetik.
  • Nama pengarang asing ditulis dengan format : nama keluarga, nama depan.
  • Nama pengarang Indonesia ditulis normal, yaitu : nama depan + nama keluarga
  • Gelar tidak perlu disebutkan.
  • Setiap pustaka diketik dengan jarak satu spasi (rata kiri), tapi antara satu pustaka dengan pustaka lainnya diberi jarak dua spasi.
  • Bila terdapat lebih dari tiga pengarang, cukup ditulis pengarang pertama saja dengan tambahan ‘et al’.
  • Penulisan daftar pustaka tergantung jenis informasinya yang secara umum memiliki urutan sebagai berikut : Nama Pengarang, Judul karangan (digarisbawah / tebal / miring), Edisi, Nama Penerbit, Kota Penerbit, Tahun Penerbitan.
Contoh Daftar Pustaka :

Satu Pengarang

1. Budiono. 1982. Teori Pertumbuhan Ekonomi. Yogyakarta : Bagian Penerbitan Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada.

2. Friedman. 1990. M. Capitalism and Freedom. Chicago : University of Chicago Press.

Dua Pengarang

1. Cohen, Moris R., and Ernest Nagel. 1939. An Introduction to Logic and Scientific Method. New york: Harcourt

2. Nasoetion, A. H., dan Barizi. 1990.  Metode Statistika. Jakarta: PT. Gramedia

Tiga Pengarang

1. Heidjrahman R., Sukanto R., dan  Irawan. 1980. Pengantar Ekonomi Perusahaan. Yogyakarta: Bagian penerbitan Fakultas Ekonomi UGM.

2. Nelson, R.., P. Schultz, and R. Slighton. 1971. Structural change in a Developing Economy. Princeton: Princeton University Press. 

Lebih dari Tiga Pengarang

1. Barlow, R. et al. 1966. Economics Behavior of the Affluent. Washington D.C.: The Brooking Institution.
2. Sukanto R. et al. 1982. Business Frocasting. Yogyakarta: Bagian penerbitan Fakultas Ekonomi UGM.
Pengarang Sama
1. Djarwanto Ps. 1982. Statistik Sosial Ekonomi. Yogyakarta: Bagian penerbitan Fakultas Ekonomi UGM.
2. ____________. 1982. Pengantar Akuntansi. Yogyakarta: Bagian penerbitan Fakultas Ekonomi UGM.

Tanpa Pengarang  

1. Author’s Guide. 1975. Englewood Cliffs, N.J. : Prentice Hall.
2. Interview Manual. 1969. Ann Arbor, MI: Institute for Social Research, Universiy of Michigan.

Buku Terjemahan, Saduran atau Suntingan.

1. Herman Wibowo (Penterjemah). 1993. Analisa Laporan Keuangan. Jakarta: PT. Erlangga.
2. Karyadi dan Sri Suwarni (Penyadur). 1978. Marketing Management. Surakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret. 

Buku Jurnal atau Buletin 

1. Insukindro dan Aliman, 1999. “Pemilihan dan Bentuk Fungsi Empirik : Studi Kasus Permintaan Uang Kartal Riil di Indonesia”, Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia, Vol. 14, No. 4:49-61.
2. Granger, C.W.J., 1986. “Developments in the Study of Co-integrated Economic Variables”, Oxford Bulletin of Economics and Statistics, Vol.48 : 215-226.


         Seiring dengan berjalannya waktu, koperasi semakin banyak diminati oleh masyarakat sehingga koperasi harus juga dapat berkembang terutama dalam penyimpanan data-data anggotanya. Pada penulisan ini penulis membuat aplikasi guna mempermudah pengurus koperasi dalam penginputan data anggota saat melakukan transaksi dan penyimpanan data-data koperasi. Aplikasi ini dibuat dengan menggunakan Visual Studio 2010 dan database SQL Server.Penulis membuat aplikasi se efisien mungkin sehingga dapat dengan mudah digunakan oleh petugas koperasi saat bekerja. Hal inii diharapkan dapat mempercepat layanan para petugas koperasi dalam melayani anggotanya sehingga kegiatan-kegiatan dapat berjalan dengan sangat efektif. Visual Studio 2010 digunakan penulis sebagai alat bantu pembuatan applikasi dikarenakan banyak para pengguna komputer menggunakan microsoft windows dan lebih terbiasa dengan jendela-jendelanya sehingga tidak merasa asing. sedangkan SQL Server digunakan karena berjalan satu paket dengan Visual Studio 2010.

Daftar Pustaka (2005-2010)

Senin, 25 November 2013

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
          Aplikasi WAP (Wireless Application Protocol) mungkin masih terasa
asing bagi sebagian orang, namun dengan adanya WAP ini diharapkan dapat
dengan mudah menjelajah untuk mendapatkan informasi dengan menggunakan
perangkat telepon selular, misalnya telepon genggam (Handphone), PDA
(Personal Data Assistant), Pager dan perangkat nirkabel lainnya.

          Dalam penulisan ini, penulis lebih menerapkan pada pengaksesan halaman
aplikasi WAP dengan menggunakan telepon genggam sebagai media nirkabelnya.
Tidak semua jenis telepon genggam bisa untuk digunakan untuk mengakses
halaman aplikasi WAP. Selain itu juga diperlukan kartu SIM (Subcriber
Identification Module) yang juga menyediakan pelayanan pengaksesan WAP.
Sampai sekarang belum ada persetujuan untuk dapat menjawab pertanyaan
apa itu WAP. Alasannya, definisi tersebut mungkin berbeda maknanya antara
dulu, sekarang dan yang akan datang. Hal ini disebabkan kerumitan yang ada
pada teknologi WAP serta perubahan yang terjadi setiap saat pada sistem
arsitekturnya dan setiap orang mempunyai persepsi atau sudut pandang yang
berbeda dalam mendefinisikan WAP.

           Namun demikian, dari beberapa definisi yang ada dapat diambil suatu
kesimpulan dasar yang menggambarkan pengertian WAP secara umum. WAP
adalah suatu protokol aplikasi nirkabel yang mampu mengakses internet melalui
telepon selular maupun perangkat nirkabel lainnya. WAP membawa informasi
secara online melewati jaringan internet seperti mobile banking, e-mail dan masih
banyak lagi yang akan disediakan oleh provider informasi secara langsung menuju
telepon selular.

           Meskipun WAP mempunyai bahasa pemrograman sendiri yaitu WML
(Wireless Markup Language), hal itu tidak membuat perubahan dengan internet
saat ini. Seperti menampilkan internet dengan web browser, juga dibutuhkan
WAP browser untuk menampilkan aplikasi WAP. Di dalam ketentuan telepon
selular ini disebut Micro Browser. Seperti halnya saat mengetikan URL (Uniform
Resource Locator) untuk mengakses website, juga dilakukan hal yang sama untuk
mengakses halaman WAP di telepon selular. Dengan mengakses web server
melalui ISP dan login ke internet, dengan WAP juga melakukan hal yang sama
pula, maka halaman akan dikirimkan dan ditampilkan pada layar telepon selular.
WAP adalah protokol komunikasi dan aplikasi. WAP bisa dipakai di berbagai
sistem operasi termasuk PalmOS, EPOC, Windows, FLEXOS, OS/9, JavaOS dan
lain-lain.

            Sebuah telepon selular yang memiliki atau terinstal WAP service di
dalamnya mungkin memiliki tombol tambahan yang membantu dalam menjelajah
sebuah halaman web tetapi tombol numeriknya tetap memegang peranan dalam
mengirimkan permintaan saat mengakses. Salah satu contoh telepon genggam
yang memiliki WAP Service adalah Nokia 8310, Nokia 6510, Nokia 9210,
Motorola i85 dan lain sebagainya.

            Untuk dapat masuk ke internet, dibutuhkan sebuah layanan Wireless Web,
seperti Sprint PCS. Di Indonesia dapat berlangganan melalui layanan GSMExcelcomindo,
Telkomsel, dan Satelindo. Penggunaan pelayanan WAP ini dapat
dilakukan pada telpon genggam yang menggunakan kartu SIM pasca bayar dan
kartu SIM prabayar, contoh kartu pasca bayar tersebut adalah Kartu HALO
(Telkomsel) dan MATRIX (Satelindo), sedangkan contoh kartu SIM prabayar
adalah Simpati (Telkomsel).

1.2 Bagaimana Perancangan Halaman WAP
          Pada pembuatan halaman WAP ini, penulis menggunakan software Micro
Browser M3Gate 0.5 dan aplikasi editor WAPtor 2.3 yang masing-masing
memiliki fungsi berbeda namun saling mendukung. Software M3Gate merupakan
emulator handphone yang terinstal pada komputer dan berfungsi sebagai Micro
Browser untuk melakukan pengaksesan halaman aplikasi WAP. Sedangkan
software WAPtor 2.3 sendiri merupakan aplikasi editor yang bertugas sebagai
aplikasi penulisan script bahasa pemrograman WML dalam pembuatan halaman
aplikasi WAP.

          Selain software di atas, masih ada software lain yang bisa digunakan untuk
membuat halaman aplikasi WAP, contohnya adalah TTEmulator dan DOTWAP.

1.3 Batasan Masalah
          Dalam penulisan ini, penulis hanya membatasi masalah dalam ruang
lingkup pembuatan halaman aplikasi WAP yang sederhana, hanya menampilkan
halaman me-link halaman lain berisi tentang sebuah atau beberapa informasi
dengan menggunakan WAP service dimana pengaksesannya dilakukan melalui
handphone, PDA maupun perangkat nirkabel lainnya. Dalam pembuatan halaman
aplikasi tersebut, penulisan membuat script program dan informasi yang akan
disediakan pada masing-masing halaman, kemudian dilakukan peng-upload-an
halaman aplikasi yang telah selesai.

          Selain menggunakan perangkat nirkabel, halaman aplikasi WAP juga
dapat diakses dengan komputer yang terinstal program emulator Micro Browser
seperti M3Gate 0.5 yang digunakan dalam penulisan ini.

1.4 Tujuan Penulisan
          Tujuan dari pembuatan halaman untuk aplikasi WAP ini adalah untuk
memberikan informasi kepada pengguna yang mengakses halaman tersebut
melalui perangkat nirkabelnya, jadi sebuah komputer yang terkoneksi dengan
internet bukanlah satu-satunya jalan untuk mendapatkan informasi dari dunia
maya. Dan juga dengan adanya WAP service pada perangkat digital
memungkinkan untuk memperoleh informasi terkini tanpa harus mencari jalur
telepon seperti halnya yang diterapkan pada komputer.

          Hanya saja pada halaman aplikasi WAP ini hanya didukung dengan teks
dan gambar. Format gambar pun hanya berkisar 32x32 pixel dan berekstensi
WBMP dan PNG. Sedangkan untuk dukungan media suara sampai saat ini belum
bisa diterapkan penggunaannya.

          Selain itu, tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengenalkan lebih jauh
tentang aplikasi WAP karena aplikasi ini hanya dikenal oleh orang-orang tertentu
saja, hal ini mungkin dikarenakan pada pengaksesannya membutuhkan perangkat
selular yang tidak murah harganya dan juga diperlukan pendaftaran lagi bagi para
pengguna WAP.

          Memang cukup merepotkan, namun ilmu pengetahuan dan teknologi tidak
harus diukur dengan uang. Untuk itu, meskipun membutuhkan prosedur yang
begitu merepotkan, bagi sebagian orang teknologi WAP service sangat penting
bagi mobilitas sehari-sehari akan kebutuhan informasi.

1.5 Metode Penelitian
          Metode yang digunakan dalam penulisan ini menggunakan metode studi
pustaka dimana semua bahan yang digunakan dalam pembuatan penulisan ilmiah
ini didapat dari buku-buku dan beberapa alamat situs. Dengan metode ini penulis
dapat memperoleh informasi terbaru tentang WAP.

1.6 Sistematika Penulisan
          Sistematika penulisan meliputi beberapa hal berikut yaitu:

  1. BAB I
  2. BAB II
  3. BAB III
  4. BAB IV

Pendahuluan

       Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai hal yang melatar-belakangi
penulisan, rumusan masalah penulisan, batasan masalah penulisan,
tujuan penulisan, metode penelitian dan sistematika penulisan.

Landasan Teori
       Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai teori yang digunakan
dalam membangun halaman aplikasi WAP dengan menggunakan
software WAPtor dan M3Gate.

Pembahasan
       Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai langkah-langkah yang
dilakukan dalam membangun halaman aplikasi WAP.

Penutup

       Pada bagian ini berisi kesimpulan dan saran penulisan ilmiah ini.

Sabtu, 23 November 2013

KECERDASAN BUATAN: (SEARCH ALGORITHM)


Algoritma pencarian merupakan algoritma yang digunakan untuk mencari item yang spesifik di dalam sekumpulan item. item tersebut dapat berupa record dalam database atau dapat juga elemen dari ruang pencarian yang di definisikan oleh ruang prosedur atau perhitungan matematis, dalam algoritma pencarian ada beberapa metode yaitu:

1. BREADH FIRST SEARCH

Pada metode ini, pencarian dimulai pada root node/parent yang melakukan pencarian pada seluruh node di sebelahnya, kemudian untuk setiap node yang di lewati maka akan dilakukan pengecekan pada node di sebelahnya, dan begitu seterusnya hingga menemukan node tujuan.



2. DEPTH FIRST SEARCH

Metode ini merupakan salah satu metode pencarian dimana prosesnya melakukan pengecekan dari tiap-tiap node turunan pertama hingga menemukan tujuan atau hingga pada node yang tidak memiliki turunan lagi.

3. HILL CLIMBING SEARCH

Metode Pencarian hill climbing merupakan metode pencarian dimana node tujuan di dapat dari jarak terpendek dari node parent

Kamis, 14 November 2013

               


                  Candi Borobudur dikelilingi oleh halaman yang cukup luas. Dibagi menjadi tiga bagian, yaitu kaki candi, badan candi, dan puncak candi. Kaki candi Borobudur yang asli tidak kelihatan. Kaki itu ditutup kaki tambahan dari batu sebanyak 11.600 m3. Oleh sebab itu, relief pada kaki candi yang asli tertutup. Mengapa kaki candi yang asli ditutup, sampai sekarang belum diketahui sebab-sebabnya.

                  Relief kaki candi itu namanya karmawibangga. Jumlahnya sebanyak 160 buah bingkai relief yang menggambarkan hukum sebab-akibat. Di bagian sudut tenggara, ada beberapa bingkai karmawibangga yang sengaja dibuka setelah pemugaran. Di atas salah satu relief itu ada tulisan jawa kuno berbunyi “ wirupa “ artinya si buruk rupa. Bagian kaki candi dan halaman tambahan sebagai lantai pertama candi dinamakan Kamadhatu. Arti kamadhatu adalah alam kehidupan yang masih dikuasai oleh nafsu rendah, manusia belum dapat melepaskan nafsu jahat dan buruk.